tempat anak angin bertiup…

hanya untuk membuktikan, bahwa saya ada

Archive for December 2005

TIF Trisakti 01-05 -part1-

with 3 comments

Kami adalah generasi kedua yang menyadari bahwa pendidikan itu penting. Yang mempunyai orang tua yang lebih memilih untuk menyekolahkan kami di sini daripada menabung untuk membeli mobil baru. Yang mengantarkan kami dengan perasaan bangga, atau mungkin kecewa, tapi yang pasti dengan harapan bahwa ilmu dari masa kuliah ini dapat memudahkan kehidupan kami nantinya.

Kami adalah orang yang berkutat dengan sapaan ”misi bang” dan ”misi kak”, jongkok setengah, kemeja batik-rok hitam-sepatu putih, halte depan terminal sebagai tempat ngumpul, lapangan bdn, naik tangga 8 lantai selama 3 bulan, LDK nan seru, olahraga sore di senayan, menjelajahi CL, merencanakan inagurasi di Gondola, dan berjuang menghadapi uts dan uas pertama.

Kami adalah orang yang mencari teman dan menemukan sahabat, melepaskan keterikatan dan berpindah pergaulan, menjadi anggota himpunan, menjadi panitia dalam berbagai kegiatan den merasakan birokrasi kampus, dan mengetahui bahwa banyak kehidupan yang menyenangkan di luar kuliah.. hehehe..

Kami adalah orang yang menggerutu karena adanya pembatalan kelas, dosen yang mengajar dengan tidak jelas, dan fasilitas laboratorium yang kurang.

Kami adalah orang yang berkutat dengan instalasi dhcp, crashnya program, crimping kabel, susahnya membuat GUI di Java, pelanggaran constraint database, IP numbering, red-green-blue,..

Kami adalah orang yang jatuh cinta dan patah hati dengan teman satu angkatan, atau satu jurusan, atau satu gedung, atau satu kampus..

Kami adalah orang yang mengatai dosen pada semester awal dan menjadi teman bercerita pada semester akhir.

Kami sudah merasakan semuanya.

Kami adalah orang yang dicintai dan maka dari itu seharusnya balik mencintai, dan kami adalah orang yang sudah menerima bannyak kebaikan dan semestinya harus bersyukur.

Written by anakangin

December 6, 2005 at 9:53 pm

Posted in Uncategorized

The Swan, a Physical issue

without comments

Nah, ini dia. The ultimate issue about lack of self confidence mostly starts here, especially for women. Survey Dove yang baru2 ini dilakukan (forreal-beauty) bilang kalo dari semua responden, hanya sekitar 1%, if I’m not mistaken, yang merasa dirinya cantik. Oh come on, how come they ALL feel NOT pretty? orang GUE aja feel pretty… hehehe..

Salah satu reality show yang gue “suka” adalah The Swan (TV7, jumat malam, jam 10an kayaknya). Di tiap episode ada 2 cewek yang akan diubah total penampilannya dengan cara operasi plastik, sedot lemak, breast implant, dan olahraga. Semua proses itu termasuk pemulihannya mereka lakukan dalam 3 bulan, dan mereka ga bisa melihat perkembangan mereka sendiri karena di tempat mereka tinggal nggak dikasih kaca. Setelah 3 bulan baru mereka dikasih lihat perubahannya..

Hampir semua peserta yang ditanya alasan kenapa mau ikut program itu, mereka bilang karena mereka udah muak dikata2in oleh lingkungan sekitarnya, you know, for being obese and not pretty (again, berdasarkan standar siapa sih kecantikan itu?), dan setelah painful 3 months recovery itu, pada saat mereka melihat diri mereka yang baru di depan kaca, betapa mereka LANGSUNG jadi percaya diri, screaming “I’m pretty” and things like “people won’t mock me again”, “I will smile for the rest of my life”.. and so on..

Kenapa gue “suka”? amazed aja ngelihat semua itu.. entah kasihan, atau ikut bahagia buat mereka, atau iri coz they got those million dollars beauty surgery for free.. hehe

Btw, MY physical issue is my height. Since I was 14. I know, being petite means being beautiful..*grin* but it isn’t always useful.
Gue sempet ngomel2 sama Ten waktu kita ngeliat lowongan pekerjaan, kalo ga salah jadi management trainee and it required minimum height 160 cm for women. What the…@#$%?!! Apa ngaruhnya sih? Dan Ten bilang.. mm.. mungkin karena orang yang kecil itu nggak keliatan wibawanya kali, Ken? Gue baru mo ngomel lagi pas tau2 gue inget kalo most people yang baru pertama kali ketemu gue pasti menyangka I’m a high school student.. hikks.. dan saat JGTC pas semua orang berdiri buat ngeliat dr.Tompi, gue cuma bisa melihat pundak2 mereka and feel claustrophobic..muonyong..

But, gue bukannya nggak PD loh.. gue cuma ga puas :D

Buat gue, orang yang PD dan bisa overcome kekurangan lainnya (bahkan over confident) lebih menarik daripada orang yang nggak PD, karena they shine! Dan kalo kita cela2 for being over confident, paling mereka cuma cengengesan.. ini hidup gue, so what gitu lho?

Written by anakangin

December 6, 2005 at 9:42 pm

Posted in Uncategorized