Archive for September 2007
kampreeettt…
c’est difficile…
mais je sais que je dois tu laisser partir.
ne mélange pas l’amitié avec amour. you’ll get f*cked up.
oleh2 abis nonton cintapucinno *ada beberapa scene yang bikin gue pengen nangis tapi sangat terganggu sama yang jadi nimo-nya
*
win lose or draw?
Jumat kemarin, dapet imel ini.. kayaknya sih dari rajawali -cmiiw
-
gue langsung tersenyum *dan menahan diri untuk tidak mengumpat, hehehe*
karena inilah yang sedang gue alami, and most of my friends too I assume :p
—————————————————————————–
RENUNGAN PAGI
Jumat , 31 Agustus 2007
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu,
sangkanya akan mendapat lebih banyak,
tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam
dan engkau menyamakan mereka dengan kami
yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
( Matius 20:10-12 )
Mengapa ……
Sesuatu yang “cukup” …….
Tiba-tiba menjadi tidak cukup …….
Saat kita tahu …..
Orang lain menerima lebih …… ?
Mengapa hati yang penuh sukacita ……
Tiba-tiba menjadi kemarahan dan sungut-sungut …….
Saat kita tahu …..
Orang lain menerima lebih …… ?
Sebetulnya ……
Apa yang menyukakan hati kita …… ?
Sesuatu yang kita terima kah ….. ?
Atau ….
Sesuatu yang tidak diterima orang lain ….. ?
Tuhan Yesus memberkati kita!
PD Imanuel -jh-
—————————————————————————–
teman smu yang dapat beasiswa ke luar negeri.
teman kuliah yang berpindah kerja dan mempunyai gaji yang hampir 2 kali lipat dari gaji gue sekarang.
para mahasiswa master :p
para ibu2 muda yang menikah bukan karena MBA dan sudah punya anak (oh c’mon girls, just admit it, dibalik segala tekanan pertanyaan dan resistensi *atau penyangkalan diri? :p* tentang masih ingin berkarir pasti sedikit aja pernah terbersit, enak kali ya kalo menikah.. hehehe..)
penulis novel yang umurnya lebih muda dari gue
anak smp yang lebih pintar berbicara prancis dibanding gue
dan pastinya.. orang2 yang bisa kerja 8 jam sehari dan bersenang – senang setelahnya.
kita cenderung melihat dunia dari sisi kita sendiri. I AM the center of the universe. dan ketika dunia itu tidak berotasi sesuai keinginan kita, yang ada kita akan merasa iri, dan merasa sebagai orang paling tertindas seantero dunia. huehehehe.
sebuah pertengkaran maya dengan si bebe berbulan2 yang lalu membuat gue terhenyak *halah, terhenyaakk..
)* karena dia tau2 nulis ‘kamu itu begitu ya, merasa jadi orang paling tertindas di dunia’.. dan berbulan2 setelah masalah itu selesai pun gue masih tetap berpikir.. apa iya, apa iya, apa iyaaa gue kayak gitu??
dan ketika gue mengeluh kalau gue kesepian karena nggak ada yang bisa diajak pergi2, seorang teman bilang ‘elo enak masih ada waktu kosong, gue habis ngantor kuliah lagi, capek nih, sampe rumah jam 11 malam’
dan ketika gue merasa iri karena seorang teman pulang kantor jam 4 sore, dia akan bilang ‘iya, tapi kan kerja gue shift, kadang gue baru masuk jam 9 malam..’
dan ada saatnya ketika gue merasa iri dengan orang2 yang lebih muda dengan previlege yang lebih banyak dari gue, ‘mereka enak, orang tuanya kaya..’
dan ketika melihat status ‘married’ (disertai wedding pic, of course.. :p), ‘in a relationship’ (disertai foto jari manis bercincin atau foto berdua dan tertawa tawa), atau at least kasta terendah – ‘it’s complicated’ membuat gue ingin berteriak menyanyikan lagunya seurieus ‘kapan ku punya pacaarr..’ *sementara jatuh cinta itu seperti apa gue udah lupa rasanya :S*
dunia gue udah nggak sesimpel dulu dimana satu2nya kompetisi adalah meraih IP tertinggi diantara 3 orang teman *hi girls…
*, atau gimana caranya mendapatkan perhatian si gebetan tea. sekarang, kompetisi yang paling umum terjadi adalah tentang harta, karir, dan cinta. gue berusaha mencukupkan diri dengan keadaan gue dan tidak ikut berkompetisi… cukup jadi pengompor aja..
)
seorang teman pernah bertanya kenapa gue masih tetap betah coding dan pulang malam *kalau dah dekat deadline*, kenapa gue nggak ngajar di sekolah internasional atau kegiatan2 lain yang lebih ‘menyenangkan’ dan bisa menghasilkan uang yang sama banyak.
saat itu gue jawab ‘passion gue masih disitu’.
dan pertanyaan pun terhenti, ‘ya susah kalo udah ngomongin passion.. hehehe’.
semua orang punya tujuan hidupnya masing – masing, dan nggak akan mungkin ada seseorang yang dalam seluruh aspek kehidupannya berada di atas gue, ataupun dibawah gue, begitu juga posisi gue bagi mereka.
gue masih inget, jaman SD dulu, gue pernah ngambek sama babeh gara2 kita sekeluarga nonton ‘home alone’ di bioskop deket rumah, sementara temen gue dan keluarganya nonton di PIM. babeh pun ngomong,kurang lebih kayak gini,soalnya g dah lupa persisnya :p, ‘kita ga boleh make baju orang lain, walaupun baju itu terlihat lebih bagus, tapi mungkin baju itu nggak pas di badan kita dan bisa bikin kita jadi jelek’
gue nggak ngerti maksudnya waktu itu *ya iyalahh…
)* tapi sekarang gue paham..sebuah senyum tulus memberi selamat atau untuk menyemangati teman gue rasa jauh lebih baik buat gue daripada menyiksa diri dengan iri.. *hey, it ryhmes! :p*
dan kalau sudah begini, akan ada celetukan lain, ‘itu namanya terlalu nrimo, ken, lo mana bisa maju kalo kayak gitu?’ walah..itu mah lain lagi.. dibahasnya nanti ya.. (bersambung :p)
posting ini ditujukan untuk si partner in crime, sahabat2 yang lagi s2, sahabat yang mau pergi s2 *hikks..*, sahabat yang masih kuliah, sahabat2 yang kerja shift, dan para programmer, analyst, tester, corsec, ad people, para ibu muda, dan smuanyaah..
sekarang jalan kita udah nggak sejajar, tapi thank God jalan kita masih sering bersinggungan
love u all.. :-*